Rabu, 04 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab MALAHIM 18. Terjadinya Hari Kiamat




أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ قَالَ صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ صَلَاةَ الْعِشَاءِ فِي آخِرِ حَيَاتِهِ فَلَمَّا سَلَّمَ قَامَ فَقَالَ أَرَأَيْتُكُمْ لَيْلَتَكُمْ هَذِهِ فَإِنَّ عَلَى رَأْسِ مِائَةِ سَنَةٍ مِنْهَا لَا يَبْقَى مِمَّنْ هُوَ عَلَى ظَهْرِ الْأَرْضِ أَحَدٌ قَالَ ابْنُ عُمَرَ فَوَهِلَ النَّاسُ فِي مَقَالَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تِلْكَ فِيمَا يَتَحَدَّثُونَ عَنْ هَذِهِ الْأَحَادِيثِ عَنْ مِائَةِ سَنَةٍ وَإِنَّمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَبْقَى مِمَّنْ هُوَ الْيَوْمَ عَلَى ظَهْرِ الْأَرْضِ يُرِيدُ بِأَنْ يَنْخَرِمَ ذَلِكَ الْقَرْنُ

4348. Dari Abdullah bin Umar, ia berkata, "Pada suatu malam, Rasulullah SAW melaksankan shalat Isya bersama kami di masa-masa akhir hidup beliau, dan selepas salam, beliau berdiri dan bersabda, "Tidakkah kalian perhatikan malam kalian ini? Sesungguhnya, dalam seratus tahun tidak akan ada lagi seorang pun yang tersisa di muka bumi ini." Ibnu Umar berkata, "Mendengar perkataan Rasulullah SAW tersebut, maka orang-orang mereka-reka makna perkataan beliau tentang 'seratus tahun'. Tetapi sebenamya Rasulullah dalam sabdanya itu mengatakan, 'Orang-orang yang hidup hari ini tidaklah akan hidup hingga seratus tahun kemudian.' Dalam sabda beliau tersebut, beliau ingin menegaskan bahwa abad itu pasti akan terjadi."Shahih: Muttafaq 'Alaih.

عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَنْ يُعْجِزَ اللَّهُ هَذِهِ الْأُمَّةَ مِنْ نِصْفِ يَوْمٍ

4349. Dari Abu Tsa'labah Al Khusyani, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Allah tidak akan melemahkan umat ini dari setengah hari (saat terjadinya Kiamat)'." Shahih: AshShahihah (1643)

عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنِّي لَأَرْجُو أَنْ لَا تَعْجِزَ أُمَّتِي عِنْدَ رَبِّهَا أَنْ يُؤَخِّرَهُمْ نِصْفَ يَوْمٍ قِيلَ لِسَعْدٍ وَكَمْ نِصْفُ ذَلِكَ الْيَوْمِ قَالَ خَمْسُ مِائَةِ سَنَةٍ

4350. Dari Sa'ad bin Abu Waqqash, bahwa Nabi SAW bersabda, "Aku sungguh berharap dari Tuhanku agar umatku ini tidak dilemahkan, dan mengakhirkan bagi mereka setengah hari (saat datangnya Hari Kiamat)." Seseorang bertanya kepada Sa'd, "Berapa lamakah setengah hari pada hari itu?" Sa'ad menjawab, "Lima ratus tahun." Shahih.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab MALAHIM 17. Perintah dan Larangan



عَنْ قَيْسٍ قَالَ قَالَ أَبُو بَكْرٍ بَعْدَ أَنْ حَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ تَقْرَءُونَ هَذِهِ الْآيَةَ وَتَضَعُونَهَا عَلَى غَيْرِ مَوَاضِعِهَا { عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ }

قَالَ عَنْ خَالِدٍ وَإِنَّا سَمِعْنَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوْا الظَّالِمَ فَلَمْ يَأْخُذُوا عَلَى يَدَيْهِ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمْ اللَّهُ بِعِقَابٍ و قَالَ عَمْرٌو عَنْ هُشَيْمٍ وَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ قَوْمٍ يُعْمَلُ فِيهِمْ بِالْمَعَاصِي ثُمَّ يَقْدِرُونَ عَلَى أَنْ يُغَيِّرُوا ثُمَّ لَا يُغَيِّرُوا إِلَّا يُوشِكُ أَنْ يَعُمَّهُمْ اللَّهُ مِنْهُ بِعِقَابٍ

قَالَ أَبُو دَاوُد وَرَوَاهُ كَمَا قَالَ خَالِدٌ أَبُو أُسَامَةَ وَجَمَاعَةٌ وَقَالَ شُعْبَةُ فِيهِ مَا مِنْ قَوْمٍ يُعْمَلُ فِيهِمْ بِالْمَعَاصِي هُمْ أَكْثَرُ مِمَّنْ يَعْمَلُهُ

4338. Dari Qais, ia berkata, "Setelah memuji Allah dan mengagungkan-Nya, Abu Bakar RA berkata, 'Wahai manusia sekalian, sesungguhnya kalian sering membaca firman Allah ini dan kalian tempatkan pada tempat yang tidak semestinya, "Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk." (Qs. Al Maa'idah [5]: 105). Sesungguhnya kami telah mendengar Nabi SAW bersabda, 'Sesungguhnya orang yang melihat kezhaliman kemudian ia tidak mencegahnya dengan tangannya sendiri, maka nyaris saja Allah menimpakan adzab kepada mereka semua'. "

Dalam sebuah riwayat disebutkan: Abu Bakar berkata, "Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Tidaklah kemaksiatan dilakukan di sebuah kaum, kemudian mereka menyadari bahwa mereka mampu untuk mencegahnya, namun mereka tidak melakukannya, melainkan nyaris saja Allah akan menimpakan adzab kepada mereka bersama kaum tersebut'. "Dalam redaksi lain disebutkan, sabda Rasulullah SAW, "Tidaklah suatu kemaksiatan dilakukan dalam sebuah kaum, sedangkan mereka (yang tidak melakukan) lebih banyak daripada mereka melakukannya...."Shahih.

عَنْ جَرِيرٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ رَجُلٍ يَكُونُ فِي قَوْمٍ يُعْمَلُ فِيهِمْ بِالْمَعَاصِي يَقْدِرُونَ عَلَى أَنْ يُغَيِّرُوا عَلَيْهِ فَلَا يُغَيِّرُوا إِلَّا أَصَابَهُمْ اللَّهُ بِعَذَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَمُوتُوا

4339. Dari Jabir RA, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang lelaki yang berada di dalam sebuah kaum yang terdapat kemasiatan yang dikerjakan di dalamnya kemudian (mereka menyadari bahwa) mereka mampu merubahnya, namun mereka tidak melakukannya, melainkan Allah akan menimpakan sebuah adzab kepada mereka sebelum mereka meninggal dunia."Hasan.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ رَأَى مُنْكَرًا فَاسْتَطَاعَ أَنْ يُغَيِّرَهُ بِيَدِهِ فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ وَقَطَعَ هَنَّادٌ بَقِيَّةَ الْحَدِيثِ وَفَّاهُ ابْنُ الْعَلَاءِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ بِلِسَانِهِ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ

4340. Dari Sa'id Al Khudri, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa melihat suatu kemunkaran dan dia mampu mencegahnya dengan tangannya (kekuasaannya), maka hendaknya ia mencegahnya dengan tangannya -Hannad memotong hadits ini, kemudian Ibnu Al 'Ala menyambungkannya- Jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya (ucapan), jika tidak mampu dengan lisannya, maka dengan hatinya. Dan itulah selemah-lemahnya iman. "Shahih: Muslim. Telah disebutkan dalam hadits terdahulu (no. 1140)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَيْفَ بِكُمْ وَبِزَمَانٍ أَوْ يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ زَمَانٌ يُغَرْبَلُ النَّاسُ فِيهِ غَرْبَلَةً تَبْقَى حُثَالَةٌ مِنْ النَّاسِ قَدْ مَرِجَتْ عُهُودُهُمْ وَأَمَانَاتُهُمْ وَاخْتَلَفُوا فَكَانُوا هَكَذَا وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ فَقَالُوا وَكَيْفَ بِنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ تَأْخُذُونَ مَا تَعْرِفُونَ وَتَذَرُونَ مَا تُنْكِرُونَ وَتُقْبِلُونَ عَلَى أَمْرِ خَاصَّتِكُمْ وَتَذَرُونَ أَمْرَ عَامَّتِكُمْ

4342. Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sudah dekat antara kalian dengan masa (dalam riwayat lain disebutkan: nyaris akan datang kepada kalian suatu masa) dimana orang-orang yang baik pergi dan tinggallah yang buruk, yang tersisa hanya mereka golongan manusia yang buruk perangai. Janji dan amanah mereka telah hancur, mereka juga saling bersengketa. Mereka akan menjadi seperti ini." —Beliau menjalin antara jari-jemari kedua tangannya—. Lantas orang-orang bertanya, "Bagaimana dengan kondisi kami, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Hendaknya kalian mengambil hal-hal yang kalian ketahui (kebenarannya), dan menghindari hal-hal yang kalian ingkari. Hendaknya kalian hanya menerima apa-apa yang menjadi hak kalian dan meninggalkan apa-apa yang menjadi hak khalayak umum." Shahih

عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ حَوْلَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ ذَكَرَ الْفِتْنَةَ فَقَالَ إِذَا رَأَيْتُمْ النَّاسَ قَدْ مَرِجَتْ عُهُودُهُمْ وَخَفَّتْ أَمَانَاتُهُمْ وَكَانُوا هَكَذَا وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ قَالَ فَقُمْتُ إِلَيْهِ فَقُلْتُ كَيْفَ أَفْعَلُ عِنْدَ ذَلِكَ جَعَلَنِي اللَّهُ فِدَاكَ قَالَ الْزَمْ بَيْتَكَ وَامْلِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ وَخُذْ بِمَا تَعْرِفُ وَدَعْ مَا تُنْكِرُ وَعَلَيْكَ بِأَمْرِ خَاصَّةِ نَفْسِكَ وَدَعْ عَنْكَ أَمْرَ الْعَامَّةِ

4343. Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash, ia berkata, "Ketika kami tengah bersama di sekeliling Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau menyebutkan tentang fitnah yang akan menimpa kaum muslimin dan beliau bersabda, 'Ketika kalian melihat orang-orang telah saling ingkar janji, kepercayaan (amanah) mereka pun telah kian luntur, maka mereka akan seperti ini.' Beliau menjalin jari-jemari kedua tangan beliau. Lalu aku berdiri beranjak ke arah beliau dan aku berkata, 'Sungguh apa yang dapat aku lakukan ketika itu?' Beliau menjawab, 'Tetaplah kamu di rumahmu, jagalah ucapanmu, ambillah sesuatu kau ketahui (kebenarannya) dan tinggalkanlah sesuatu yang kau ingkari. Lakukanlah sesuatu yang menjadi urusanmu dan tinggalkanlah yang menjadi hak khalayak umum'. "Hasan Shahih: Ash-Shahihah (205, 888,1535)

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ أَوْ أَمِيرٍ جَائِرٍ

4344. Dari Abu Sa'id Al Khudri, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik jihad adalah mengungkapkan kebenaran kepada penguasa yang lalim, ataupun pemerintah yang lalim. "Shahih.

عَنْ الْعُرْسِ ابْنِ عَمِيرَةَ الْكِنْدِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا عُمِلَتْ الْخَطِيئَةُ فِي الْأَرْضِ كَانَ مَنْ شَهِدَهَا فَكَرِهَهَا وَقَالَ مَرَّةً أَنْكَرَهَا كَانَ كَمَنْ غَابَ عَنْهَا وَمَنْ غَابَ عَنْهَا فَرَضِيَهَا كَانَ كَمَنْ شَهِدَهَا

4345. Dari Al 'Urs bin 'Amirah Al Kindi, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Jika kemaksiatan telah dikerjakan di muka bumi, maka bagi orang yang menyaksikannya dan ia benar-benar membencinya (dari dalam hatinya), maka ia seperti orang yang tidak melihatnya (tidak berdosa). Dan orang yang tidak menyaksikannya, akan tetapi ia merestui perbuatan tersebut, maka ia (dihukumi) seperti orang yang menyaksikannya."Hasan: Al Misykah (5141)

عَنْ عَدِيِّ بْنِ عَدِيٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ قَالَ مَنْ شَهِدَهَا فَكَرِهَهَا كَانَ كَمَنْ غَابَ عَنْهَا

4346. Dari 'Adi bin 'Adi, dari Nabi SAW ... disebutkan hadits serupa dengan di atas, Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang menyaksikannya dan benar-benar membencinya (dengan segenap hatinya), ia layaknya orang yang tidak menyaksikannya. "Hasan. Lihat Hadits sebelumnya.

عَنْ أَبِي الْبَخْتَرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي مَنْ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ و قَالَ سُلَيْمَانُ حَدَّثَنِي رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَنْ يَهْلَكَ النَّاسُ حَتَّى يَعْذِرُوا أَوْ يُعْذِرُوا مِنْ أَنْفُسِهِمْ

4347. Dari Abu Al Bakhtari, ia berkata, "Aku diberitakan oleh seseorang yang pernah mendengar Nabi SAW bersabda, 'Manusia tidak akan binasa sampai mereka banyak melakukan perbuatan dosa atau hingga mereka mencari dalih untuk membenarkan dirinya'. "Shahih: Al Misykah (5146) edisi kedua.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab MALAHIM 16. Berita Ibnu Shaid



عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِابْنِ صَائِدٍ فِي نَفَرٍ مِنْ أَصْحَابِهِ فِيهِمْ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ وَهُوَ يَلْعَبُ مَعَ الْغِلْمَانِ عِنْدَ أُطُمِ بَنِي مَغَالَةَ وَهُوَ غُلَامٌ فَلَمْ يَشْعُرْ حَتَّى ضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ظَهْرَهُ بِيَدِهِ ثُمَّ قَالَ أَتَشْهَدُ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ قَالَ فَنَظَرَ إِلَيْهِ ابْنُ صَيَّادٍ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنَّكَ رَسُولُ الْأُمِّيِّينَ ثُمَّ قَالَ ابْنُ صَيَّادٍ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَشْهَدُ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آمَنْتُ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ثُمَّ قَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يَأْتِيكَ قَالَ يَأْتِينِي صَادِقٌ وَكَاذِبٌ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُلِطَ عَلَيْكَ الْأَمْرُ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي قَدْ خَبَّأْتُ لَكَ خَبِيئَةً وَخَبَّأَ لَهُ { يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ } قَالَ ابْنُ صَيَّادٍ هُوَ الدُّخُّ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اخْسَأْ فَلَنْ تَعْدُوَ قَدْرَكَ فَقَالَ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ائْذَنْ لِي فَأَضْرِبَ عُنُقَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ يَكُنْ فَلَنْ تُسَلَّطَ عَلَيْهِ يَعْنِي الدَّجَّالَ وَإِلَّا يَكُنْ هُوَ فَلَا خَيْرَ فِي قَتْلِهِ

4329. Dari Ibnu Umar RA, bahwa Nabi SAW bersama sekitar tiga hingga sepuluh orang sahabatnya, di antaranya Umar bin Khaththab, pernah melewati Ibnu Sha'id yang tengah bermain bersama dua bocah laki-laki di sebuah bangunan yang agak tinggi milik Bani Maghalah. Saat itu Shaid masih kecil dan tidak sadar dengan kedatangan Rasulullah SAW hingga beliau menepuk bahunya dengan tangan beliau. Lalu beliau bertanya, "Apakah kamu bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah?" Maka Sha'id menoleh kepada beliau dan menjawab, "Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah yang buta huruf." Kemudian ia bertanya kepada Rasulullah, "Apakah engkau bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah?" Rasulullah menjawab, "Aku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. " Lalu beliau bertanya, "(Berita gaib) apa yang engkau bawa?" Sha'id menjawab, "Aku datang membawa berita gaib yang benar dan berita gaib yang bohong." Rasulullah menimpali, "Kamu telah mencampuradukkan kebenaran dan kebohongan." Kemudian Rasulullah berkata, "Aku telah menyembunyikan sesuatu darimu." Maka beliau memberitahukannya sebuah firman Allah, "Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata." (Qs. Ad-Dukhkhaan [44]: 10). Sha'id menjawab, "Itu maksudnya awan." Maka Rasulullah langsung menghardik, "Hus! Jangan sekali-kali kamu melebihi takdirmu (jangan kamu sok tahu), Maka kemudian Umar bin Khaththab langsung menyergah, "Wahai Rasulullah, izinkan aku memenggal lehernya!" Rasulullah menjawab, "Jika memang ia benar dan ia tidak dipengaruhi Dajjal, tetapi itu tidak mungkin! Jadi, tidak ada guna membunuhnya." Shahih: Muttafaq 'Alaih.

عَنْ نَافِعٍ قَالَ كَانَ ابْنُ عُمَرَ يَقُولُ وَاللَّهِ مَا أَشُكُّ أَنَّ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ ابْنُ صَيَّادٍ

4330. Dari Nafi', ia berkata, "Ibnu Umar pernah berkata, "Demi Allah, aku tidak ragu bahwa al Masih Dajjal adalah Ibnu Shayyad." Sanadnya shahih mauquf.

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ قَالَ رَأَيْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَحْلِفُ بِاللَّهِ أَنَّ ابْنَ صَائِدٍ الدَّجَّالُ فَقُلْتُ تَحْلِفُ بِاللَّهِ فَقَالَ إِنِّي سَمِعْتُ عُمَرَ يَحْلِفُ عَلَى ذَلِكَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يُنْكِرْهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

4331. Dari Muhammad bin Al Munkadir, ia berkata, "Aku pernah melihat Jabir bin Abdullah bersumpah dengan menyebut Nama Allah bahwa Ibnu Sha'id adalah Dajjal. Maka aku berkata, 'Apakah kamu benar-benar bersumpah dengan menyebut Nama Allah?' Jabir menjawab, 'Sesungguhnya aku telah mendengar Umar bersumpah dengan hal yang sama di hadapan Rasulullah SAW dan beliau tidak mengingkarinya." Shahih: Muttafaq 'Alaih.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab MALAHIM 15. Al Jassasah




عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَّرَ الْعِشَاءَ الْآخِرَةَ ذَاتَ لَيْلَةٍ ثُمَّ خَرَجَ فَقَالَ إِنَّهُ حَبَسَنِي حَدِيثٌ كَانَ يُحَدِّثُنِيهِ تَمِيمٌ الدَّارِيُّ عَنْ رَجُلٍ كَانَ فِي جَزِيرَةٍ مِنْ جَزَائِرِ الْبَحْرِ فَإِذَا أَنَا بِامْرَأَةٍ تَجُرُّ شَعْرَهَا قَالَ مَا أَنْتِ قَالَتْ أَنَا الْجَسَّاسَةُ اذْهَبْ إِلَى ذَلِكَ الْقَصْرِ فَأَتَيْتُهُ فَإِذَا رَجُلٌ يَجُرُّ شَعْرَهُ مُسَلْسَلٌ فِي الْأَغْلَالِ يَنْزُو فِيمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَقُلْتُ مَنْ أَنْتَ قَالَ أَنَا الدَّجَّالُ خَرَجَ نَبِيُّ الْأُمِّيِّينَ بَعْدُ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ أَطَاعُوهُ أَمْ عَصَوْهُ قُلْتُ بَلْ أَطَاعُوهُ قَالَ ذَاكَ خَيْرٌ لَهُمْ

4325. Dari Fathimah binti Qais, bahwa suatu malam Rasulullah SAW mengakhirkan shalat isya, kemudian beliau keluar seraya bersabda, "Sesungguhnya aku tertahan oleh perbincangan Tamim Ad-Dari mengenai seorang lelaki yang berada di tengah sebuah pulau kecil dari gugusan pulau-pulau, 'Ketika itu aku tengah bersama seorang perempuan berambut panjang. Aku bertanya kepada perempuan itu, 'Siapakah kamu?' Perempuan itu menjawab, 'Aku adalah Al Jassasah. Pergilah kamu ke istana itu!' Maka akupun mendatanginya, ternyata di sana ada seorang lelaki berambut panjang yang terikat rantai yang tingginya antara langit dan bumi. Maka aku bertanya kepadanya, 'Siapakah kamu?' Ia menjawab, Akulah Dajjal. Apakah seorang nabi yang buta huruf telah diutus saat ini?' Aku menjawab, 'Ya, sudah.' Ia bertanya, 'Apakah manusia mematuhinya atau mengingkarinya?' Aku menjawab, 'mereka mematuhinya.' Ia berkata, 'Itulah yang lebih baik untuk mereka'." Shahih: Qishash Ad-Dajjal. Muslim

عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍ قَالَتْ سَمِعْتُ مُنَادِيَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُنَادِي أَنْ الصَّلَاةُ جَامِعَةٌ فَخَرَجْتُ فَصَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاتَهُ جَلَسَ عَلَى الْمِنْبَرِ وَهُوَ يَضْحَكُ قَالَ لِيَلْزَمْ كُلُّ إِنْسَانٍ مُصَلَّاهُ ثُمَّ قَالَ هَلْ تَدْرُونَ لِمَ جَمَعْتُكُمْ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ إِنِّي مَا جَمَعْتُكُمْ لِرَهْبَةٍ وَلَا رَغْبَةٍ وَلَكِنْ جَمَعْتُكُمْ أَنَّ تَمِيمًا الدَّارِيَّ كَانَ رَجُلًا نَصْرَانِيًّا فَجَاءَ فَبَايَعَ وَأَسْلَمَ وَحَدَّثَنِي حَدِيثًا وَافَقَ الَّذِي حَدَّثْتُكُمْ عَنْ الدَّجَّالِ حَدَّثَنِي أَنَّهُ رَكِبَ فِي سَفِينَةٍ بَحْرِيَّةٍ مَعَ ثَلَاثِينَ رَجُلًا مِنْ لَخْمٍ وَجُذَامٍ فَلَعِبَ بِهِمْ الْمَوْجُ شَهْرًا فِي الْبَحْرِ وَأَرْفَئُوا إِلَى جَزِيرَةٍ حِينَ مَغْرِبِ الشَّمْسِ فَجَلَسُوا فِي أَقْرُبْ السَّفِينَةِ فَدَخَلُوا الْجَزِيرَةَ فَلَقِيَتْهُمْ دَابَّةٌ أَهْلَبُ كَثِيرَةُ الشَّعْرِ قَالُوا وَيْلَكِ مَا أَنْتِ قَالَتْ أَنَا الْجَسَّاسَةُ انْطَلِقُوا إِلَى هَذَا الرَّجُلِ فِي هَذَا الدَّيْرَ فَإِنَّهُ إِلَى خَبَرِكُمْ بِالْأَشْوَاقِ قَالَ لَمَّا سَمَّتْ لَنَا رَجُلًا فَرِقْنَا مِنْهَا أَنْ تَكُونَ شَيْطَانَةً فَانْطَلَقْنَا سِرَاعًا حَتَّى دَخَلْنَا الدَّيْرَ فَإِذَا فِيهِ أَعْظَمُ إِنْسَانٍ رَأَيْنَاهُ قَطُّ خَلْقًا وَأَشَدُّهُ وَثَاقًا مَجْمُوعَةٌ يَدَاهُ إِلَى عُنُقِهِ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ وَسَأَلَهُمْ عَنْ نَخْلِ بَيْسَانَ وَعَنْ عَيْنِ زُغَرَ وَعَنْ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ قَالَ إِنِّي أَنَا الْمَسِيحُ وَإِنَّهُ يُوشَكُ أَنْ يُؤْذَنَ لِي فِي الْخُرُوجِ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِنَّهُ فِي بَحْرِ الشَّامِ أَوْ بَحْرِ الْيَمَنِ لَا بَلْ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَا هُوَ مَرَّتَيْنِ وَأَوْمَأَ بِيَدِهِ قِبَلَ الْمَشْرِقِ قَالَتْ حَفِظْتُ هَذَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَاقَ الْحَدِيثَ

4326. Dari Fathimah binti Qais, ia berkata, "Aku mendengar muadzin Rasulullah SAW menyeru, 'Ash-shalatu jami'ah' (shalatlah berjamaah), maka akupun keluar dan menunaikan shalat bersama beliau. Selepas shalat, beliau duduk di mimbar seraya tertawa lalu bersabda, 'Semua orang hendaknya tetap di tempatnya masing-masing (jangan beranjak dulu!).' Kemudian beliau bertanya, 'Apakah kalian tahu mengapa aku mengumpulkan kalian semua?' Orang-orang menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.' Maka beliau bersabda, 'Sesunggunya aku mengumpulkan kalian bukan untuk suatu berita menakutkan atau menggembirakan, melainkan aku mengumpulkan kalian adalah karena Tamim Ad-Dari, seorang lelaki Nashrani, telah datang dan berbaiat, serta menyatakan keislamannya, ia berbincang kepadaku dengan sebuah pembicaraan yang persis seperti yang telah aku katakan kepada kalian mengenai Dajjal. Tamim bercerita kepadaku bahwa ia pernah menumpang sebuah perahu bersama tiga puluh lelaki dari kaum Lakhm dan Juzam, lalu mereka terombang-ambing oleh ombak di lautan selama sebulan. Di saat senja, mereka terdampar di sebuah pulau, lalu mereka duduk di dekat kapal tumpangan mereka dan setelah itu bergegas memasuki pulau tersebut. Tiba-tiba mereka dihadang oleh hewan melata raksasa berbulu lebat. Mereka berkata, 'Celakalah kamu, siapakah kamu?' Hewan itu menjawab, 'Akulah Al Jassasah. Pergilah kalian menemui seorang lelaki yang berada di istana itu, karena ia sungguh ingin mendengar berita dari kalian.' Lalu setelah Al Jassasah menyebutkan kepada kami tentang lelaki itu maka kami segera raib darinya yang rupanya begitu menyeramkan bagaikan syetan. Kami bergegas cepat hingga kami sampai dan masuk ke istana yang dimaksud. Di sana kami temui seorang manusia (lelaki) yang sangat besar dan kuat dan tangannya menyatu dengan lehernya'." Perawi menceritakan hadits ini selengkapnya."Kemudian Dajjal bertanya kepada mereka tentang Nakhl Baisan (sebuah daerah di Syam dekat Yordania), 'Ain Zukahr (sebuah desa di daerah tandus di wilayah Syam) dan tentang kedatangan seorang nabi yang buta huruf. Lelaki itu lalu berkata, 'Sesungguhnya aku adalah Al Masih, dan aku akan segera keluar." Lalu Nabi SAW bersabda, '''Sesungguhnya ia berada di laut Syam —atau laut Yaman—. Tidak! Ia justru akan keluar dari arah timur tempat asalnya!" Beliau mengatakannya dua kali sambil menunjukkan tangan ke arah timur." Fathimah berkata, "Aku sangat hapal perkataan ini dari Rasululah SAW..." Kemudian ia menyebutkannya. Shahih: Muslim.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab MALAHIM 13. Ditemukannya Harta Tersimpan di bawah Sungai Eufrat



عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْفُرَاتُ أَنْ يَحْسِرَ عَنْ كَنْزٍ مِنْ ذَهَبٍ فَمَنْ حَضَرَهُ فَلَا يَأْخُذْ مِنْهُ شَيْئًا

4313. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Nyaris (ketika datangnya Hari Kiamat) akan ditemukan harta tersimpan dari emas di sungai Eufrat. Orang yang menemukannya, hendaknya tidak mengambil apapun darinya'. " Shahih: Muttafaq 'Alaih.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ يَحْسِرُ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ

4314. Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW ... (dengan hadits yang sama, hanya saja beliau bersabda:) "Akan ditemukan gunung dari emas." Shahih: Muttafaq 'Alaih.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab MALAHIM 12. Tanda-tanda Kiamat


عَنْ أَبِي زُرْعَةَ قَالَ جَاءَ نَفَرٌ إِلَى مَرْوَانَ بِالْمَدِينَةِ فَسَمِعُوهُ يُحَدِّثُ فِي الْآيَاتِ أَنَّ أَوَّلَهَا الدَّجَّالُ قَالَ فَانْصَرَفْتُ إِلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو فَحَدَّثْتُهُ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ لَمْ يَقُلْ شَيْئًا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أَوَّلَ الْآيَاتِ خُرُوجًا طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا أَوْ الدَّابَّةُ عَلَى النَّاسِ ضُحًى فَأَيَّتُهُمَا كَانَتْ قَبْلَ صَاحِبَتِهَا فَالْأُخْرَى عَلَى أَثَرِهَا قَالَ عَبْدُ اللَّهِ وَكَانَ يَقْرَأُ الْكُتُبَ وَأَظُنُّ أَوَّلَهُمَا خُرُوجًا طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا

4310. Dari Abu Zur'ah, ia berkata, "Seseorang pernah datang menemui Marwan di Madinah, lalu aku mendengar Marwan menuturkan tentang beberapa tanda-tanda kedatangan Hari Kiamat yang salah satu awalnya adalah kedatangan Dajjal, kemudian aku pergi menemui Abdullah bin Amr dan aku ceritakan hal itu kepadanya. Lalu Abdullah bin Amr berkata, '(Aku belum mendengar) Rasulullah mengatakan seperti demikian. Aku bahkan telah mendengar beliau bersabda, "Sesunguhnya tanda-tanda awal terjadinya Hari Kiamat adalah terbitnya matahari dari barat, atau datangnya binatang melata kepada manusia di pagi hari. Dan salah satu dari keduaya akan turun sebelum turunnya si empu (Dajjal), dan satu lagi mengikuti kedatangan si empunya." Abdullah kembali berkata sambil membaca buku, 'Aku rasa tanda awal terjadinya Hari Kiamat adalah terbitnya matahari dari barat'." Shahih: Muslim.

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِيِّ قَالَ كُنَّا قُعُودًا نَتَحَدَّثُ فِي ظِلِّ غُرْفَةٍ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرْنَا السَّاعَةَ فَارْتَفَعَتْ أَصْوَاتُنَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَنْ تَكُونَ أَوْ لَنْ تَقُومَ السَّاعَةُ حَتَّى يَكُونَ قَبْلَهَا عَشْرُ آيَاتٍ طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَخُرُوجُ الدَّابَّةِ وَخُرُوجُ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَالدَّجَّالُ وَعِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَالدُّخَانُ وَثَلَاثَةُ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ تَخْرُجُ نَارٌ مِنْ الْيَمَنِ مِنْ قَعْرِ عَدَنٍ تَسُوقُ النَّاسَ إِلَى الْمَحْشَرِ

4311. Dari Hudzaifah bin Asid Al Ghifari, ia berkata, "Kami pernah duduk-duduk di pinggir sebuah kamar Rasulullah SAW, lalu kami mendiskusikan tentang datangnya Hari Kiamat dan (saat berdiskusi) suara kami cukup keras terdengar. Maka kemudian Rasulullah bersabda, 'Tidak akan terjadi Hari Kiamat hingga sebelumnya telah terjadi sepuluh tanda-tanda: terbitnya matahari dari barat, keluarnya binatang melata, keluarnya Yajuj dan Majuj, Dajjal, Isa bin Maryam dan kepulan asap, serta terjadinya tiga gerhana, gerhana di barat dan timur serta di belahan Jazirah Arab. Akhir dari tanda-tanda itu adalah keluarnya api dari Yaman dari daerah Qa'ra adn yang menandai akan digiringnya manusia menuju padang Mahsyar'. " Shahih: Muslim.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا فَإِذَا طَلَعَتْ وَرَآهَا النَّاسُ آمَنَ مَنْ عَلَيْهَا فَذَاكَ حِينَ { لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا }

4312. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga terbitnya matahari dari barat. Ketika itu terjadi dan manusia menyaksikannya, maka akan berimanlah banyak orang, padahal saat itu, 'tidaklah bermanfa'at lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. " (Qs. AlAn'aam[6]: 158) Shahih: Muttafaq Alaih.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab MALAHIM 11. Larangan Memerangi Habasyah




عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اتْرُكُوا الْحَبَشَةَ مَا تَرَكُوكُمْ فَإِنَّهُ لَا يَسْتَخْرِجُ كَنْزَ الْكَعْبَةِ إِلَّا ذُو السُّوَيْقَتَيْنِ مِنْ الْحَبَشَةِ

4309. Dari Abdullah bin Amr RA, dari Nabi SAW bersabda, "Tinggalkan (Jangan perangi) orang-orang Habasyah (sebagaimana) mereka membiarkan kalian (tidak memerangi kalian). Karena harta terpendam Ka'bah tidak akan mampu dikeluarkan kecuali oleh Dzul Suwaiqatain (lelaki dengan betis lemah) yang datang dari Habasyah." Hasan: Ash-Shahihah {111)