عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ
أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا
فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ
يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ
وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ
وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا
رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ
الْمَوْتِ
4297. Dari Tsauban, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Nyaris saja bangsa-bangsa memperebutkan kalian (umat Islam) sebagaimana memperebutkan makanan di mangkuknya.' Lalu seseorang berkata, 'Apakah saat itu kita kaum minoritas?' Rasulullah menjawab, '(Tidak)
bahkan kalian saat itu berjumlah sangat banyak, hanya saja kalian
bagaikan buih yang terhempas (di lautan). Allah mengeluarkan dari hati
musuh-musuh kalian rasa takut terhadap kalian, dan Allah akan melempar
kelemahan di dalam hati kalian.' Lalu orang yang bertanya tadi kembali bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah kelemahan itu?' Beliau menjawab, '(Rasa kelemahan itu karena) cenderung mencintai dunia dan membenci kematian'." Shahih: Al Misykah (5369), Ash-Shahihah (956).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar